Penulis : Hendra
Rabu 18 Oktober 2017
Probolinggo,KraksaanOnline.com - Selangkah lagi maka Kecamatan Krucil bakal menjadi salah satu penghasil kopi organik jenis Arabika Kobra yang kini semakin digemari penggemar kopi dan tentu pabrikan kopi. Dimana jenis ini masih sangat minim tingkat Pengembangannya, khususnya di daerah sesama penghasil kopi seperti Kabupaten Jember, Lumajang dan Pasuruan yang saat ini sebatas menghasilkan kopi jenis Robusta saja.
Saat ini, Selasa (17/10/2017) pilot Project Program Desa Pertanian Organik Dusun Pesapen Desa Watupanjang yang menjadi lokasi pengembangan kopi Arabika Kobra ini sedang di Inspeksi oleh PT Biocert Indonesia, sebuah Lembaga Sertifikasi Organik yang berlokasi di Kota Bogor, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Kementrian Pertanian.
"Selama sepekan kami akan mengaudit 12 orang petani pemilik perkebunan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Rezeki 17 ini, kelengkapan dokumen akan diperiksa dan menguji sejauh mana mereka telah memenuhi aturan dan regulasi tata kelola lahan perkebunan organik baik teknis maupun non teknis," jelas Akbar Fauzi Disela waktunya menginspeksi.
Akbar mengungkapkan bawa berdasarkan pengamatanya di hari kedua ini dirinya tidak menemukan adanya indikasi penggunaan pupuk kimia/pestisida sama sekali, disimpulkan sementara bahwa petani telah bisa menerapkan apa yang dimaksud standar organik. "Menurut saya kopi disini bisa diajukan untuk proses berikutnya ke arah sertifikasi, dan secara potensi, kelompok disini mempunyai potensi besar untuk menghasilkan kopi organik," jelas pria lajang asal Bogor ini.
Lebih lanjut Akbar pun berharap selama lima hari kedepan tidak ditemukan sedikitpun indikasi - indikasi pelanggaran, dan segala kelengkapan dari segi praktek di lapangan dan administrasi sudah sesuai standar dan sudah diselesaikan dengan baik. "dari hasil penilaian nantinya akan bisa diputuskan apakah kelompok ini bisa lanjut ke proses berikutnya atau masih harus melengkapi kekurangan yang ditemukan dalam proses sertifikasi," paparnya
Apa yang disampaikan Akbar Fauzi ini di amini oleh Munali, petugas penyuluh dari Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kab. Probolinggo yang juga memiliki peran penting dalam memperasiapkan kelompok Rezeki 17 ini. Menurut nya kelompok ini telah layak dan siap menyandang kelompok petani organik.
Munali menuturkan bahwa sebelum adanya Inspeksi eksternal ini, jauh hari sebelumnya pihak pendukung ini telah sering mengadakan Inspeksi internal atau sering disebut Inspeksi kebun. "berdasarkan pengawasan kami pun juga tidak pernah kami temui sampah plastik atau bekas pemakaian pestisida atau pupuk kimia, hanya pernah kita temukan sampah plastik makanan ringan atau puntung rokok," ujarnya.
Temuan ini kemudian segera ditindak lanjuti dan menjadi penbahasan bersama agar tidak terjadi lagi mengingat penilaian atau Inspeksi untuk mendapatkan sertifikat kopi organik ini sangat ketat dan dilakukan secara terus menerus secara berkala. "Alhamdulillah dari Inspeksi internal terakhir kami, sudah tidak ditemukan lagi sampah plastik ini, insyaallah kelompok Rezeki 17 lolos dalam Inspeksi ini," pungkasnya. (dra)
//
Editor : wan